lagi, hari-hari harus aku lewati tanpamu. aku cukup sadar kita berada di dunia yang tidak lagi sama. karena di duniamu yang baru, tidak ada lagi aku. sedangkan di dunia aku, masih ada bayang-bayangmu. tidak kah kau sadar aku membuang-buang waktu untuk berusaha melupakanmu? aku kehilangan diriku. tanpamu, aku hancur. terus memikirkanmu yang jelas-jelas tak lagi memikirkanku. bagimu, aku hanya masa lalu belaka.
Yang di takutkan pergi pun, akhirnya memang harus pergi. kamu memulai sesuatu dengan pria lain begitu cepat, ya.. memang yang ku lakukan disini hanyalah menahan sakit. terus menahan. karena aku lah satu-satunya orang yang mencintai. aku yang mencintai, aku yang ditinggal, aku sendiri pula yang sakit. apakah kamu pernah memikirkanku setelah perpisahan kita? sekilas saja? untukku, tak ada hari tanpa melakukan itu.
hubungan kita memang sudah lama berakhir, pernah kah kau melihatku yang diam-diam menatapmu? iseng sendiri walau kau selalu enggan memedulikanku. lagi pulam aku juga benci malam. Karena setiap malam, kamu merenggut waktuku, dengan bayang wajahmu. selalu sama. selalu begitu. entah... mengingatkanku tentangmu, seakan-akan dunia berkata kamu diciptakan bukan untukku gapai.
ingat lah selalu kenangan kita. sehat selalu. aku selalu merindukanmu. jika aku tau kita akan berpisah, aku seharusnya mengucapkan kata cinta untukmu lebih banyak. mungkin aku akan mati bila begini terus, kembalilah.