Kamis, 22 Agustus 2013

Temanku pernah memilikimu sesudahku, aku tidak tahan harus berusaha terus tersenyum dengan ledekan yang mengarah kepadanya tentang ceritamu dan dia. aku berusaha terus tertawa, sama seperti yang lainnya, mungkin aku terlalu pandai menyimpan perasaan.

tidakkah kau ingat kapan kita berpisah? tepat setahun yang lalu, 22 Agustus 2012, jam 02:43 pagi. jika ada waktu, aku ingin mengatakan padamu, pada saat itu, telepon genggamku seperti tidak mau menulis kata yang akan ku katakan padamu saat itu. aku harus menunggu sekitar 4 menit sampai hpku merespon, setelah merespon pun tidak langsung deliv, tapi pada saat deliv, semua kembali normal. seakan-akan pasrah akan hubungan kita yang telah berakhir. aku terlalu bodoh meninggalkanmu, dan juga terlalu bodoh berharap dapat memutar waktu kembali. akankah kita akan bertemu lagi? sebagai kita? jika dikehidupan selanjutnya bisa, aku lebih baik mati sekarang.

aku seharusnya mengatakan aku cinta kamu lebih banyak dulu. bahkan kata cinta itu sendiri pun, nampaknya sudah tak berpihak padaku. aku selalu memikirkanmu, selalu. tapi aku selalu berusaha menerima kenyataan bahwa kita hanyalah sekedar masa lalu. setidaknya aku memiliki kenangan denganmu, tentunya yang tak ingin kulupakan. aku pernah mendengar perkataan "bahkan cinta tak dapat bersatu tanpa kenangan". tapi dalam kasus ini, hanya aku yang mencinta, tidak ada kata 'saling' dalam kasus ini.

aku memutuskan berhenti mengharapkanmu, tapi untuk berhenti mencintaimu, aku hanya akan berhasil dalam kata-kata, bukan kenyataan. puluhan puisi yang terinspirasi darimu, tetap saja ada dikepalaku bahkan saat dibuang sekali pun. aku tidak bisa membuangmu dari pikiranku, menyingkirkanmu sementara dari pikiranku pun sulit, bahkan dengan semua kesibukan ini.

bahagia lah dengan kehidupanmu yang sekarang, tentunya jauh lebih baik dari dulu. dapat memandangmu dari jauh saja, lebih dari cukup bagiku. jadi, aku mohon dengan sangat, jangan hilang dari pandangaku. Jangan pernah.

Sabtu, 03 Agustus 2013

berapa lama kah sisa umurku? aku ingin pastikan sisa umurku untuk mencintaimu. aku bersedia menyia-nyiakan hidupku dan membuang waktuku untuk terus mencintaimu, walau kau enggan memperdulikan. karena di dalam cinta, selalu ada kesetiaan. selalu setia menunggumu. jika tidak setia? jelas bukan cinta.

Aku akan bertahan lebih lama darimu.

Kamis, 18 Juli 2013

rndm

lagi, hari-hari harus aku lewati tanpamu. aku cukup sadar kita berada di dunia yang tidak lagi sama. karena di duniamu yang baru, tidak ada lagi aku. sedangkan di dunia aku, masih ada bayang-bayangmu. tidak kah kau sadar aku membuang-buang waktu untuk berusaha melupakanmu? aku kehilangan diriku. tanpamu, aku hancur. terus memikirkanmu yang jelas-jelas tak lagi memikirkanku. bagimu, aku hanya masa lalu belaka.

Yang di takutkan pergi pun, akhirnya memang harus pergi. kamu memulai sesuatu dengan pria lain begitu cepat, ya.. memang yang ku lakukan disini hanyalah menahan sakit. terus menahan. karena aku lah satu-satunya orang yang mencintai. aku yang mencintai, aku yang ditinggal, aku sendiri pula yang sakit. apakah kamu pernah memikirkanku setelah perpisahan kita? sekilas saja? untukku, tak ada hari tanpa melakukan itu.

hubungan kita memang sudah lama berakhir, pernah kah kau melihatku yang diam-diam menatapmu? iseng sendiri walau kau selalu enggan memedulikanku. lagi pulam aku juga benci malam. Karena setiap malam, kamu merenggut waktuku, dengan bayang wajahmu. selalu sama. selalu begitu. entah... mengingatkanku tentangmu, seakan-akan dunia berkata kamu diciptakan bukan untukku gapai.

ingat lah selalu kenangan kita. sehat selalu. aku selalu merindukanmu. jika aku tau kita akan berpisah, aku seharusnya mengucapkan kata cinta untukmu lebih banyak. mungkin aku akan mati bila begini terus, kembalilah.