Temanku pernah memilikimu sesudahku, aku tidak tahan harus berusaha terus tersenyum dengan ledekan yang mengarah kepadanya tentang ceritamu dan dia. aku berusaha terus tertawa, sama seperti yang lainnya, mungkin aku terlalu pandai menyimpan perasaan.
tidakkah kau ingat kapan kita berpisah? tepat setahun yang lalu, 22 Agustus 2012, jam 02:43 pagi. jika ada waktu, aku ingin mengatakan padamu, pada saat itu, telepon genggamku seperti tidak mau menulis kata yang akan ku katakan padamu saat itu. aku harus menunggu sekitar 4 menit sampai hpku merespon, setelah merespon pun tidak langsung deliv, tapi pada saat deliv, semua kembali normal. seakan-akan pasrah akan hubungan kita yang telah berakhir. aku terlalu bodoh meninggalkanmu, dan juga terlalu bodoh berharap dapat memutar waktu kembali. akankah kita akan bertemu lagi? sebagai kita? jika dikehidupan selanjutnya bisa, aku lebih baik mati sekarang.
aku seharusnya mengatakan aku cinta kamu lebih banyak dulu. bahkan kata cinta itu sendiri pun, nampaknya sudah tak berpihak padaku. aku selalu memikirkanmu, selalu. tapi aku selalu berusaha menerima kenyataan bahwa kita hanyalah sekedar masa lalu. setidaknya aku memiliki kenangan denganmu, tentunya yang tak ingin kulupakan. aku pernah mendengar perkataan "bahkan cinta tak dapat bersatu tanpa kenangan". tapi dalam kasus ini, hanya aku yang mencinta, tidak ada kata 'saling' dalam kasus ini.
aku memutuskan berhenti mengharapkanmu, tapi untuk berhenti mencintaimu, aku hanya akan berhasil dalam kata-kata, bukan kenyataan. puluhan puisi yang terinspirasi darimu, tetap saja ada dikepalaku bahkan saat dibuang sekali pun. aku tidak bisa membuangmu dari pikiranku, menyingkirkanmu sementara dari pikiranku pun sulit, bahkan dengan semua kesibukan ini.
bahagia lah dengan kehidupanmu yang sekarang, tentunya jauh lebih baik dari dulu. dapat memandangmu dari jauh saja, lebih dari cukup bagiku. jadi, aku mohon dengan sangat, jangan hilang dari pandangaku. Jangan pernah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar